Memelukmu . . . hal yang paling ku inginkan
saat ini
Disampingmu adalah hal tersulit bagiku
Ragaku dan ragamu terpisah oleh lantunan diksi
yang ada
Jiwaku dan jiwamu dalam jebakan indahnya masa
lalu
Bunda . . .
Kini diriku telah dewasa
Terpisah ruang dan waktu
Sentuhan awan lembut berbisik syahdu
Membangunkan jiwa yang rindu
Saat ku berpijak hingga ku beranjak
Setiap anganku tak pernah lepas dari indahnya
senyumu
Dimana arahku ?
Apakah tertutup oleh butiran debu yang kelabu
?
Langkah-langkah tak bertepi
Layaknya angan yang terkurung dalam pelangi
Bunda .
. .
Petuah darimu adalah nada yang merdu
Amarahmu adalah cinta untuku
Aku sungguh merindukanmu
Ini hanya sebuah penentianku
Apakah kau sedang melihatku ?
Aku bacakan serangkaian bait ini untukmu
Walaupun tak seindah ayat-ayat suci itu
Lantunan do’a dalam tahajudku selalu terhiasi
olemu


0 komentar:
Posting Komentar