Seuntai tasbih
pemberianku
Memudar butirnya
dalam rengkuh jemari ibu
Keriput kulit coklat
tuanya
Lukiskan usia yang
merangkak senja
Mata ibu menerangkan
gulana
Teringat akan masa
yang terus menua
Ibu tak takut kematian
Ia hanya gulana akan
sosok israil dalam buaian
Akankah datang dengan
seuntai senyuman
Atau dalam sesosok
seram
Ibu . . .
Aku teramat lebih
merasa takut dari padamu
Engkau telah hadirkan
dunia ini mujahid-mujahidah sejati
Kau limpahi kasih tak
bertepi
Kau hujani sabarnya
senyum sepanjang hari
Ibu . . .
Kau bukakan mata kami
kemuliaan Allah
Terangi kami akan
indahnya ibadah
Hadapkan kami tuk
raih hidayah
Tapi kenapa ibu harus
resah . . .
Timbangan amalku
tiada berkadar, Ibu . . .
Seandainya esok israil
datang padaku . . . .
Ibu . . . Aku takut .
. .
Akupun takut . . .


0 komentar:
Posting Komentar